pub-7594223835742334 Sebuah blog diwaktu luang: Bumi
Showing posts with label Bumi. Show all posts
Showing posts with label Bumi. Show all posts

Monday, June 24, 2013

Pentingnya Atsmosfer Bumi Bagi Kehidupan

Atmosfer bumi merupakan suatu lautan udara yang mengelilingi bumi hingga ketinggian kira-kira 80 kilometer. Beratnya lebih dari 5.000.000.000.000.000 (5 kuadriliun) ton dan menekan kepala kita dengan kekuatan 1,03 kilogram per sentimeter persegi atau 101 kilopascal atau 1.013 milibar di atas permukaan laut. Tanpa tekanan udara tersebut, manusia tidak dapat hidup, mengingat tekanan tersebut mencegah menguapnya cairan tubuh.Bagian atas atmosfer tidak memiliki cukup tekanan udara untuk menunjang kehidupan manusia.

Tanpa atmosfer bumi, tidak akan ada medium yang dapat membuat debu melayang-layang yang memungkinkan terbentuknya tetesan air. Sehingga, tidak akan ada hujan. Jika bukan karena atmosfer, manusia akan hangus oleh sinar matahari yang langsung, dan akan beku kedinginan pada malam hari. Syukurlah, atmosfer berfungsi bagaikan selimut, yang menjerat sebagian panas matahari sehingga malam tidak terlalu dingin.


Lagi pula, atmosfer menyediakan perlindungan terhadap jatuhnya meteor dari ruang angkasa yang dapat membahayakan penduduk bumi. ”Benda-benda padat dari ruang angkasa,” Herbert Riehl menjelaskan dalam bukunya Introduction to the Atmosphere, ”jatuh di batas luar dari atmosfer dengan berat keseluruhan kira-kira beberapa ribu ton per hari.” Akan tetapi, kebanyakan meteor hancur di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi.

Atmosfer membuat hidup manusia lebih menyenangkan. Ia memberikan manusia langit yang biru dan indah, awan putih besar, hujan yang menyegarkan, serta terbit dan terbenamnya matahari yang sangat indah. Selain itu, tanpa atmosfer manusia tidak dapat mendengar suara dari orang-orang yang di cintai, juga tidak dapat mendengarkan musik favoritnya. Mengapa? Karena gelombang suara membutuhkan suatu zat sebagai penghantar. Udara merupakan pembawa suara yang sempurna, sedangkan di luar angkasa tidak ada suara yang dapat terdengar.

Tentu saja, semakin banyak yang di ketahui tentang atmosfer, semakin banyak alasan manusia untuk merasa takjub. Komposisinya yang terdiri dari nitrogen, oksigen, dan beberapa gas lain yang jumlahnya sangat sedikit begitu tepat. Ukuran bumi juga begitu tepat untuk mempertahankan keseimbangan. Seandainya bumi lebih kecil dan beratnya kurang, gravitasinya akan terlalu lemah, dan banyak dari atmosfer bumi yang berharga akan terlepas ke ruang angkasa.

Akan tetapi, sungguh menyedihkan ”keseimbangan yang pelik ini” sedang dikacaukan oleh gaya hidup manusia modern. Akan tetapi, ada dasar untuk optimis,yakin bahwa atmosfer bumi yang berharga bisa di selamatkan asalkan segenap manusia di bumi ini saling bekerjasama untuk menjaga keseimbangan bumi ini.

Sunday, June 23, 2013

Misteri Lapisan Es yang mencair di Laut Artik


Studi terbaru oleh ilmuwan NASA, Joey Comiso, menemukan bahwa es tertua dan tertebal di Laut Artik menghilang alias mencair lebih cepat daripada lapisan es yang lebih muda dan tipis. Penemuan tersebut dipublikasikan di Journal of Climate yang terbit bulan Februari 2012. Pencairan es tertua tersebut membuat kawasan Artik semakin terancam.

"Tutupan es di Artik menjadi semakin tipis karena kehilangan lapisan es tebal secara cepat. Pada saat yang sama, suhu permukaan di Artik meningkat, menyebabkan semakin pendeknya musim pembentukan es," kata Comiso yang dikutip NASA.


Dalam penelitian, Comiso membandingkan tutupan es abadi pada tahun 1980 dan tahun 2012. Data diambil dengan satelit pada tanggal 1 November 1979-31 Januari 1980 dan 1 November 2011-31 Januari 2012. Pengambilan data dilakukan dengan satelit Nimbus-7 milik NASA dan Special Sendor Microwave Imager/Sounder (SSMS) milik Defense Meteorological Satellite Program (DMSP).

Citra yang diambil bisa dilihat dalam gambar di atas. Wilayah yang tertutup es abadi digambarkan dengan warna putih terang dan wilayah rata-rata yang tertutup es berwarna biru hingga putih susu. Hasil pencitraan menunjukkan bahwa luasan es abadi (semua wilayah permukaan laut yang tertutup es abadi minimal 15 persen) menurun sebesar 15,1 persen per dekade.

Sementara wilayah es abadi (area yang sepenuhnya tertutup oleh es abadi) juga mengalami penurunan cukup signifikan, sebesar 17,2 persen per dekade.

Ilmuwan mengenalkan tiga jenis es. Es abadi adalah es yang tetap beku lebih dari dua musim panas. Es musiman adalah es yang terbentuk pada musim dingin dan cepat mencair. Sementara es perenial adalah es yang bisa bertahan paling tidak satu musim panas.

Dari penelitian, Comiso menemukan bahwa luas es perenial mengalami penurunan sebesar 12,2 persen per dekade. Sementara area es perenial menurun 13,5 persen per dekade.

"Butuh suhu dingin yang cukup panjang bagi es abadi untuk berkembang lebih tebal sehingga bisa bertahan di musim panas dan membalikkan tren ini," tambah Comiso.


Monday, May 28, 2012

Apa yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?



Bumi tidak ajeg, terus berputar pada sumbunya mengelilingi Matahari. Rotasi mengontrol aktivitas manusia, mengikuti gelap dan terang, membagi kehangatan Matahari ke seluruh belahan dunia.

Perputaran Bumi juga menentukan medan magnetik, pola cuaca dan sirkulasi di lautan. Lalu apa yang terjadi jika Bumi berhenti berputar? "Yang terjadi adalah kekacauan total, semuanya berantakan," kata Louis Bloomfield, fisikawan dari University of Virginia seperti dimuat situs sains Life's Little Mysteries.. Sebagian besar manusia akan tenggelam, mati lemas, tewas terpanggang atau beku.



Kabar baiknya: itu tak berarti kiamat. Sebagian manusia yang kebetulan tinggal di empat bagian kecil Bumi akan selamat, bahkan berevolusi dengan cepat sebagai respon dari perubahan lingkungan yang dramatis.

Hebatnya lagi, Bumi akan berubah bentuk jika berhenti berputar pada sumbunya. Rotasi Bumi membuat bagian tengah planet ini menonjol, sekitar 26 mil di sekitar katulistiwa daripada jarak antar kutub.

Jika berhenti berputar, bagian Bumi yang padat tak lantas berpendar. Yang paling terpengaruh adalah bagian lautan. "Lautan akan bergeser dari katulistiwa ke arah kutub, meninggalkan tulang kering permukaan bumi di dekat khatulistiwa. Sementara  wilayah kutub akan tenggelam," kata Bloomfield.

Demikian pula dengan atmosfer, menebal di wilayah kutub dan menipis di katulistiwa. Hanya mahluk hidup di pertengahan garis lintang mendapatkan tekanan atmosfer yang tepat untuk tetap hidup.

Lebih jauh lagi, nyala matahari abadi akan menyinari sebagian Bumi. Akibatnya, tanaman mati, tanah merekah kekeringan. Sementara, belahan bumi yang lain akan tenggelam dalam kegelapan yang dingin, tanah menyerupai tundra beku. "Saat itu manusia harus bisa pindah ke wilayah transisi," kata Rhett Allain, fisikawan dari University of Southeastern Louisiana.

Gerak manusia akan terbatas pada "pita tipis" di wilayah transisi panas-dingin, di mana Matahari selalu akan muncul tepat di atas atau di bawah cakrawala.

Di sana, temperatur relatif  moderat, namun pola cuaca dan iklim saat Bumi berhenti berputar, bahkan tak bisa ditebak oleh para ilmuwan masa kini.

Dari seluruh wilayah Bumi hanya ada empat bidang tanah kecil yang memiliki tekanan atmosfer tepat juga suhu yang cocok bagi manusia. Dua di belahan Bumi utara dan dua di belahan Selatan.

Akhirnya, hanya ada empat 'suku' manusia yang selamanya dipisahkan oleh kondisi ekstrem di antara mereka. Perbedaan lingkungan antara empat tempat itu akan mempengaruhi evolusi mahluk di sana, sesuai dengan kondisi lingkungannya.

Dan ini kabar buruknya: Bumi sejatinya akan berhenti berotasi. Meski mungkin tak bakal terjadi dalam waktu dekat. Saat Bulan "terkunci" tak berputar lagi, tak ada pasang-surut di Bumi. Lalu, beberapa miliar tahun lagi, giliran kita mengunci Matahari.

sumber : vivanews.com