pub-7594223835742334 Sebuah blog diwaktu luang: Penemuan
Showing posts with label Penemuan. Show all posts
Showing posts with label Penemuan. Show all posts

Monday, December 17, 2012

Di Kalimantan ditemukan Spesies Baru Primata Beracun


Spesies baru kukang, <i>Nycticebus kayan</i>.

Spesies baru dari seekor kukang yang merupakan primata nokturnal kecil, telah ditemukan oleh para ilmuwan di Kalimantan. Hewan kecil yang lucu dan bergerak lambat ini memang banyak ditemukan di Indonesia, terutama di daerah Sumatera dan Kalimantan.


Spesies baru kukang ini bernama Nycticebus kayan, dan telah lama tidak diketahui keberadaannya karena gaya hidupnya yang nokturnal atau aktif di malam hari. Uniknya, kukang spesies terbaru ini memiliki gigitan yang beracun.

Penelitian terhadap hewan yang aktif pada malam hari ini sangat sulit dilakukan, karena tampilannya sangat mirip antara spesies yang satu dengan lainnya. Ini yang membuat para ilmuwan sulit mendeteksi perbedaan antar spesies.

Penemuan baru ini dilakukan oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Profesor Anna Nekaris dari Oxford Brookes University dan Munds Rachel dari University of Missouri di Columbia, Amerika Serikat, yang melakukan survei kukang di hutan Kalimantan dan Filipina.

Penelitian ini telah mengungkapkan sebenarnya ada empat jenis kukang dari Kalimantan dan Filipina yang semua berbeda. Perbedaannya ini terlihat dari tanda di kepalanya.

Awalnya spesies yang ditemukan termasuk dalam satu spesies, yaitu Nycticebus menagensis. Sementara dua spesies lainnya Nycticebus bancanus dan Nycticebus borneanus, termasuk ke dalam sub spesies Nycticebus menagensis.

Namun, akhirnya ditemukan bahwa spesies baru ini adalaha Nycticebus kayan.

"Khusus di Kalimantan ada tiga spesies baru. Namun, ini menandakan bahwa spesies baru itu akan terancam kepunahannya karena dampak perubahan iklim dengan turunnya suhu beberapa derajat berdasarkan laporan dari IUCN," kata Anna Nekaris, dilansir dari BBC.

Hewan primata ini memiliki gigitan beracun. Selain itu ia menghasilkan racun dari kelenjar yang berada di sikunya.

Dalam memproduksi racun, hewan ini biasanya menjilati sikunya yang memiliki racun dan mencampurnya dengan air liur kemudian digunakan untuk menggigit pemangsa yang mengancam nyawanya, dan hewan yang mengganggu anak-anaknya.

Meskipun racunnya berpotensi sangat fatal bagi manusia, namun hewan yang memiliki penampilan lucu ini sering menjadi target pemburu. Kukang ini laku dijual di perdagangan hewan untuk dijadikan hewan peliharaan setelah mencabut giginya.

Untuk mencegah kepunahan, banyak kelompok penyelamat hewan sering tidak menggunakan pedoman yang tepat saat melepaskan hewan ini ke alam liar.

"Sebenarnya banyak tempat pelepasan hewan ini di alam liar di kawasan Asia. Namun karena luka yang dialami kukang, seperti gigi yang dicabut dapat menyulitkannya mengunyah makanan, membuat hewan ini sangat sulit untuk dilepas di alam liar," ujar Anna Nekaris.(viva.co.id)

Tuesday, April 3, 2012

Ditemukan, Komputer Pendeteksi Kebohongan

ilustrasi
Sebuah adegan di film 2001: A Space Odyssey menceritakan tentang sebuah komputer yang tahu jika manusia berbohong. Tapi tampaknya, itu akan terjadi di kehidupan nyata.
Di tangan ilmuwan Universitas Buffalo, komputer dapat dibuat untuk program mendeteksi kebohongan. Tim ilmuwan tersebut memproduksi sebuah software yang memungkinkan sebuah komputer untuk mengkuti gerak mata dan mengukur gerakan mata tersebut apakah mengatakan sebuah kebenaran ataupun kebohongan.


Seperti dilansir dari laman Gizmag, program komputer tersebut mampu dengan tepat membongkar kebohongan dengan tingkat akurasi 82,5 persen. Menurut para peneliti, seorang interogator yang terlatih hanya mampu menghasilkan rata-rata kesuksesan 65 persen saja.



Sebelum dilakukan percobaan, komputer mempelajari gerakan dasar mata pengguna untuk kemudian bertahap pada pertanyaan sederhana. Setelah itu dilakukan percobaan dengan 40 video percakapan yang direkam, dari 132 penggunaan pada studi psikologi asli.


Dari percobaan ini, subjek diminta untuk memilih apakah ia mencuri cek atau tidak. Kemudian mereka ditanya atas apa yang dilakukannya.


Video yang ditampilkan mewakili warna kulit yang berbeda, pose kepala, kondisi pencahayaan dan penghalang visual sesekali, seperti kacamata.


Sebuah garis dasar diciptakan dengan menganalisis pola gerakan mata ketika pembicara mengatakan yang sebenarnya. Sekarang, ketika ditanya apakah ia mencuri cek atau tidak, komputer akan menarik menganalisis gerakan mata dari "mata kebenaran".
Program ini juga mencatat kedipan dan pergeseran pandangan. Sistem ini diharapkan oleh tim ini dapat bekerjasama dengan interogator manusia.

"Apa yang ingin kami pahami adalah apakah ada perubahan sinyal yang dipancarkan oleh orang-orang ketika mereka berbohong, dan mesin dapat mendeteksi mereka?" kata asisten profesor Ifeoma Nwogu.

"Jawabannya adalah ya, dan ya," katanya.

Sumber : www.vivanews.com ]