pub-7594223835742334 Sebuah blog diwaktu luang: Sains
Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Monday, June 24, 2013

Penyengat terbesar dan mengerikan di Dunia


Ngengat atlas (Attacus atlas) adalah ngengat terbesar di dunia dengan bentangan sayap 25-30 cm. Jenis ngengat ini banyak ditemukan di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Papua Niugini.

Fotografer asal India, Sandesh Kadur, baru-baru ini berhasil mengabadikan keindahan ngengat ini lewat kamera. Saat berjalan pagi hari melewati wilayah Arunachal Pradesh di timur laut India, ia melihat ngengat raksasa ini tengah bertengger di tepi lubang jalan. Kadur pun mengambil kamera untuk memotret hewan tersebut.


Seperti hendak menunjukkan kecantikannya, ngengat raksasa itu pun memajukan tubuh dan melebarkan sayapnya agar bisa terlihat sebaik mungkin. Peristiwa ini berlangsung beberapa menit.

Seperti dideskripsikan New Scientist, ngengat raksasa itu tampak memukau. Corak yang mencolok pada sayapnya menunjukkan keinginan spesies itu untuk menakuti mangsa, persis seperti strategi ular berbisa.

Selesai memotret, Kadur berpikir bahwa ngengat itu tak aman berada di jalan raya. Ia memutuskan untuk memindahkan ngengat yang sering dianggap menyeramkan tersebut ke tepi jalan.

Ngengat raksasa dewasa tak memiliki hidup yang panjang, hanya punya kesempatan sebentar untuk bereproduksi. Saat akan bereproduksi, ngengat betina mengeluarkan aroma yang disebut feromon untuk menarik pejantan. Telur ngengat raksasa membutuhkan 8-14 hari untuk menetas. Saat menjadi kepompong, jenis ngengat ini dimanfaatkan untuk produksi sutra.

Laba-laba kecil yang dapat Berkamuflase menjadi semut


ADA seekor laba-laba kecil (Mymarachne formicaria) yang menyusup ke dalam sarang semut dan tinggal dalam penyamaran di antara musuh-musuhnya. Agar tidak terdeteksi, ia mengubah penampilan dan kebiasaannya sedemikian rupa sehingga tidak diketahui. Hal ini penting karena jika diganggu, semut-semut itu akan menjadi cukup ganas. Karena tubuh laba-laba berbeda dengan semut, akting ini tidaklah mudah.

Semut memiliki enam kaki dan dua sungut (antena), sedangkan laba-laba memiliki delapan kaki dan tidak punya sungut. Jadi, bagaimana caranya laba-laba ini membuat dirinya terlihat bagaikan semut? Begini, ia berlari ke sarang semut dengan enam kaki, dan ia mengarahkan dua kaki lainnya ke depan sehingga kelihatan seperti sungut.



Selain itu, laba-laba menggerakkan dua sungut palsu itu dengan cukup meyakinkan. Ia menggerak-gerakkan kedua kakinya sedemikian rupa sehingga mirip dengan sungut asli. Bahkan si pakar menyamar ini bisa meniru cara semut berjalan, tersendat-sendat dan zig zag!

Laba-laba berupaya menjadi sama dengan semut dalam segala hal, karena diakui sebagai penghuni sarang semut adalah penting bagi keselamatannya. Berada dalam sarang semut, laba-laba itu mendapatkan perlindungan dari musuh-musuh alaminya, termasuk tawon pemburu laba-laba. Burung penyanyi (songbird), yang mengganggap laba-laba sebagai makanan yang lezat, juga tidak mencoba menyantapnya. Bahkan laba-laba yang memburu laba-laba lain juga tertipu oleh ”sungut” si peniru.

Namun, jika seekor burung, kadal, atau beberapa hewan lain menyerang komunitas semut ini, dengan cepat si laba-laba kembali ke identitasnya yang sesungguhnya dan kabur. Laba-laba mempunyai penglihatan yang lebih baik daripada semut, ia bisa loncat, sedangkan semut tidak—semuanya itu memudahkannya untuk melarikan diri.

Selama siang hari, laba-laba berupaya sebisa-bisanya agar tidak terdeteksi di dalam sarang semut. Akan tetapi, pada malam hari, ia menjadi aktif dan menangkapi semut-semut di dalam sarang yang ia jadikan sebagai rumah persembunyiannya itu! Jika kegiatan laba-laba itu diketahui, ia akan memanfaatkan kedelapan kakinya untuk melarikan diri dengan cepat.

Laba-laba jantan mungkin ditemani oleh yang betina di dalam sarang semut. Sang betina tidak hanya memperlihatkan kesetiaannya kepada pasangannya tetapi juga banyak inisiatif. Ia membangun penutup dari benang sebagai pelindung dalam sarang semut, yang bukan hanya melindungi pasangannya melainkan juga bagi telur-telurnya.