pub-7594223835742334 Sebuah blog diwaktu luang: Binatang
Showing posts with label Binatang. Show all posts
Showing posts with label Binatang. Show all posts

Sunday, June 30, 2013

Mitos dan Misteri tentang Hewan Elang Emas yang Melegenda di Dunia


Sampai sejauh mana seekor elang emas dapat melihat dengan jelas? ”Di bawah kondisi ideal, seekor elang emas dapat mendeteksi gerakan kecil seekor kelinci pada jarak lebih dari 2 kilometer,” jelas The Guinness Book of Animal Record. Yang lain-lain memperkirakan bahwa seekor elang emas dapat melihat bahkan lebih jauh lagi.



Apa yang membuat elang emas memiliki penglihatan sedemikian tajam dan peka? Pertama-tama, elang emas memiliki dua buah mata yang sangat besar, yang menempati sebagian besar kepalanya. Book of British Birds mengomentari bahwa dalam hal elang emas, matanya ”sampai ukuran yang paling besar pun tidak menjadi terlampau berat sehingga mengganggu terbangnya”.

Selain itu, mata seekor elang emas memiliki sel-sel reseptor cahaya sebanyak kira-kira lima kali dari yang manusia miliki, kira-kira 1.000.000 sel kerucut per milimeter persegi dibandingkan dengan 200.000 sel kerucut manusia. Hampir setiap reseptor terhubung dengan sebuah neuron. Hasilnya, saraf optik elang, yang membawa pesan dari mata ke otak, berisi serabut sebanyak dua kali dari yang terdapat pada saraf optik manusia. Tidak heran jika makhluk-makhluk ini memiliki persepsi warna yang tajam.

Burung elang emas pemangsa, sebagaimana burung lainnya, memiliki mata yang diperlengkapi dengan lensa yang hebat sehingga dapat dengan cepat mengubah fokusnya dari objek yang jaraknya hanya beberapa sentimeter ke objek yang berada di tempat yang sangat jauh. Dalam hal ini juga, mata mereka jauh lebih unggul daripada mata manusia.

Orang Spanyol melukiskan seorang yang berpenglihatan tajam bagaikan berpenglihatan seekor elang (vista de águila). Orang Jerman memiliki istilah serupa (Adlerauge). Bukannya tanpa alasan jika penglihatan elang emas yang tajam telah terkenal selama berabad-abad. 

Friday, June 28, 2013

Mengenal Mitos dan Misteri Hewan Puma


Warnanya oranye kecokelat-cokelatan dan polos,bagian depan kepalanya tidak terlalu berbentuk persegi,kepala puma bulat dan kecil dan di atasnya terdapat kuping yang juga bulat dan kecil. Dari samping, kepala puma tampak seperti sebutir peluru-ramping dan panjang. Gelambir bulu putih di sekeliling mulutnya memberikan kesan seolah-olah ia menyelupkan moncongnya di sebuah mangkuk susu dan lupa untuk menyeka mulutnya. Tubuhnya yang lentur dan ramping dapat mencapai panjang satu setengah meter atau lebih, belum termasuk ekornya yang tebal dan berwarna gelap pada ujungnya.



Kaki puma yang panjang dan kokoh laksana rusa betina membuat bokongnya tampak lebih tinggi daripada bahunya. Kaki-kaki yang kuat ini memberikan daya dorong bagi berkas otot seberat 65 kilogram ini untuk melejit dari tanah seperti sebuah roket. Pernah ada yang menyaksikan puma meloncat secara vertikal hingga ketinggian 5 meter dengan sekali loncatan yang jauh. Itu bagaikan mengikuti olahraga lompat galah tanpa menggunakan galah!

Sewaktu meloncat ke bawah, puma juga tampak mengesankan. Puma terkenal karena loncatan-loncatan terbang ke tanah dari ketinggian 18 meter. Ini hampir dua kali ketinggian papan loncat yang digunakan oleh peloncat indah dalam Olimpiade, tetapi puma tidak membutuhkan kolam renang yang terisi penuh di bawahnya. Bahkan, saat kucing itu menyentuh tanah, ia siap untuk meloncat kembali seolah-olah ia mendarat di atas kanvas akrobat.

”Puma benar-benar satwa yang kuat dan menakjubkan,” kata biolog satwa liar. ”Begitu Anda mengetahui bagaimana kucing-kucing ini bertahan hidup, mereka pantas mendapat banyak respek.” Herannya, mereka praktis muncul di mana-mana-namun lenyap dengan tiba-tiba.

Puma diperlengkapi dengan baik untuk bertahan hidup. Ia memiliki lambung yang kukuh dan menguasai metode berburu yang bervariasi. Ia dapat menyesuaikan diri dengan makanan apa saja yang tersedia setempat. ”Puma juga sanggup membunuh dan menyeret seekor binatang yang lima kali lebih besar dari ukurannya, tetapi ia juga makan belalang jika tidak ada pilihan lain di sekitarnya,” kata seorang dokter hewan yang memeriksa isi lambung dari beberapa ekor puma yang dibunuh.

Thursday, June 27, 2013

Mistos dan Misteri tentang Cheatah Hewan Super Cepat Di Dunia


Cheetah benar-benar dapat lari seperti angin. Secara menakjubkan, ia dapat melesat dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam dalam waktu 3,5 detik.Kecepatan maksimumnya mencapai 110 kilometer per jam! Cheetah adalah binatang tercepat di darat. Sebagai perbandingan, seekor kuda pacuan dapat mencapai kecepatan sedikit di atas 72 kilometer per jam, dan anjing pemburu dapat berpacu hingga kira-kira 65 kilometer per jam. Akan tetapi, cheetah hanya dapat mempertahankan kecepatannya yang mengagumkan untuk jarak yang pendek.

Tubuh cheetah agak tegap, dengan kaki yang panjang dan ramping serta punggung yang lentur dan melengkung. Ekornya yang panjang dan berbintik menyediakan keseimbangan sewaktu cheetah memiringkan tubuh dan membelok pada kecepatan tinggi. Sewaktu lari pada kecepatan tertinggi, ia dapat melambung sejauh 6 meter. Salah satu bantuan untuk kegesitan sedemikian adalah kakinya yang unik; kaki-kaki ini lebih mirip kaki anjing daripada kaki kucing. Ia menggunakan cakarnya untuk mencengkeram tanah guna meningkatkan gaya tarikan.



Wajah cheetah benar-benar unik dan cantik. Dua garis hitam yang lembut menurun dari mata ke kedua ujung mulut, sehingga sang kucing tampak seperti sedang sedih dan kesepian. Ditandai dengan bintik-bintik kecil yang jelas, bulunya pendek dan sering kali berwarna cokelat kemerahan di bagian tubuh tetapi agak putih di bagian perut. Anak-anak chetah berwarna lebih gelap pada waktu lahir dan memiliki surai tebal berupa bulu panjang berwarna biru keabuan yang tumbuh dari leher hingga ekornya.
Cheetah mengeluarkan suara seperti bunyi getaran atau ciapan seperti pada burung. Suara ini terdengar hingga jarak dua kilometer dan digunakan untuk berkomunikasi dengan anaknya atau chetah lain.

Perangai cheetah lembut dan tenang bila dibandingkan dengan rekan-rekan kucingnya seperti singa dan macan tutul. Sewaktu merasa senang, ia mendengkur bagaikan kucing rumah yang besar. Cheetah mudah beradaptasi dengan kehadiran manusia dan bahkan ada yang telah dijinakkan. Tentu saja, cheetah bukan jenis kucing rumah. Dalam keadaan dewasa penuh, beratnya 45 kilogram atau lebih, dan giginya yang tajam serta cakarnya yang dapat ditarik masuk sebagian menjadikannya binatang yang berbahaya—yang harus diperlakukan dengan kewaspadaan.

Cheetah tidak terlahir dengan kesanggupan berburu dan untuk itu harus dilatih secara ekstensif oleh ibunya. Jika seekor anak cheetah dibesarkan dalam kandang, ia tidak akan memiliki kesanggupan untuk membuntuti dan mengejar mangsanya. Sewaktu induk dan anak-anak cheetah makan bersama, mereka melakukannya dengan tenang, tanpa cakar-cakaran dan perkelahian, tidak seperti singa-singa yang sedang makan. Di daerah-daerah yang kering, cheetah bahkan diamati makan semangka yang ranum.

Wednesday, June 26, 2013

Sejarah , misteri dan Mitos Tentang Hewan Jerapah yang Menakjubkan Dunia


Jerapah adalah yang tertinggi di antara semua binatang. Dari kuku kaki hingga tanduk, tinggi jerapah jantan dewasa dapat mencapai lebih dari 5,5 meter. Pada hieroglif orang Mesir kuno, jerapah melukiskan kata kerja ”memprakirakan” atau ”meramalkan”, mengingat tingginya yang luar biasa serta kemampuannya untuk melihat jauh.

Berdiri di antara sekumpulan zebra, burung unta, impala, dan binatang tanah datar lainnya di Afrika, jerapah bertindak bagaikan menara penjaga. Tingginya serta penglihatannya yang sangat baik memungkinkannya melihat jauh dan segera mendeteksi bahaya apa pun yang datang mendekat. Oleh karena itu, keberadaan makhluk jangkung ini tentulah membuat binatang lain merasa relatif aman.



Jerapah dirancang dengan luar biasa untuk menjangkau dahan teratas di pohon-pohon yang tinggi, jauh di atas jangkauan semua binatang lainnya kecuali gajah. Rancangan unik pada bibir atasnya yang berdaya cengkeram serta lidah yang fleksibel memungkinkannya dengan lembut memetik daun dari dahan yang ditumbuhi ranting dan duri yang tajam.

Jerapah dapat mengkonsumsi hingga 34 kilogram sayuran sehari. Meskipun mereka dapat memakan beragam jenis tumbuhan hijau, mereka lebih suka pohon akasia berduri yang tumbuh jarang-jarang di dataran Afrika. Seekor jerapah jantan dapat menjulurkan lidahnya sepanjang 42 sentimeter sewaktu mencari makanan. Leher jerapah memiliki kelenturan yang luar biasa. Ini memungkinkan jerapah menoleh dan memiringkan kepalanya yang panjang pada sudut yang menakjubkan seraya dia dengan lincah menjelajahi dahan pohon bagian atas.

Menjangkau ketinggian tidak sulit bagi jerapah, namun minum air tidaklah semudah itu. Sewaktu mendekati suatu perairan, jerapah harus secara perlahan mengangkangkan kaki depannya lalu merunduk untuk menjangkau air. Pada posisi yang canggung ini, jerapah menjulurkan leher sepanjang-panjangnya sebelum dia dapat minum. Untunglah, jerapah tidak perlu sering minum, karena dalam pola makannya, dia dapat memperoleh cukup cairan dari daun yang mengandung banyak air.

Leher dan pinggang jerapahdihiasi dengan jalinan garis-garis putih sempit yang membentuk kisi berpola daun. Warnanya bervariasi mulai dari keemasan hingga cokelat gelap dan bahkan hitam. Seraya bertambah usia, warna jerapah menjadi semakin gelap.

Misteri Dan Mitos Untik Yang terdapat pada Hewan Tokek

Banyak hal yang telah di pelajari dan di teliti oleh para ilmuwan.Tumbuhan dan hewan yang unik sekalipun tidak lepas dari pengamatan para ilmuwan dunia.Salah satu binatang unik yang mengagumkan adalah tokek.Apakah pembaca sekalian pernah melihat atau mendengar sekilas tentang binatang yang satu ini.Berikut ini ulasan singkat tentang tokek.


Tokek
Binatang merayap yang dikenal sebagai tokek dapat memanjat dinding serta bertengger terbalik di langit-langit.Ini berarti binatang merayap tersebut melawan gravitasi,bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

Tokek bisa menempel bahkan di permukaan selicin kaca berkat ribuan struktur sehalus rambut yang disebut seta, yang ada di seluruh telapak kakinya. Kakinya tidak menghasilkan lem, tetapi memanfaatkan daya molekuler yang sangat lemah. Molekul pada kedua permukaan saling mengikat karena daya tarik yang sangat lemah yang disebut daya van der Waals. Biasanya, gravitasi dengan mudah mengalahkan daya tarik tersebut, itu sebabnya kita tidak bisa memanjat dinding hanya dengan menempelkan telapak tangan kita pada dinding. Tetapi, seta-seta kecil pada kaki tokek memperluas permukaan yang bersentuhan dengan dinding. Daya van der Waals, apabila dilipatgandakan melalui ribuan seta pada telapak kaki tokek, menghasilkan daya tarik yang cukup besar untuk menahan bobot tokek yang relatif kecil.

Para ilmuwan terkagum-kagum akan kemampuan tokek untuk memanjat permukaan yang licin—bahkan merayap di langit-langit yang licin—tanpa terpeleset.Ini membuat para ilmuwan rela membuang banyak waktu untuk menyelidiki lebih dalam tentang binatang merayap ini.

Para peneliti ingin membuat bahan perekat yang, seperti kaki tokek, dapat menempel pada permukaan yang licin. Bahan perekat ini bisa digunakan antara lain untuk berbagai keperluan medis,mulai dari perban yang tetap menempel meskipun basah hingga plester untuk menggantikan benang penjahit luka operasi.

Tanduk Banteng Terpanjang dan Terunik di Dunia


Seekor banteng longhorn dari Texas, nampaknya akan memecahkan rekor sebagai banteng dengan tanduk terpanjang di dunia. Tanduk banteng dari Texas itu sangat panjang dan mencapai dua meter.

Tanduk JR yang berukuran dua meter tampaknya masih dapat berkembang menjadi lebih panjang lagi, mengingat usianya yang masih berumur tujuh tahun. Meski demikian, JR tidak berasal dari Amerika Serikat (AS), JR merupakan hewan yang dirawat di peternakan khusus banteng Longhorn Texas yang ada di Australia.

Peternakan yang merawat JR berada di Queensland, Australia, dan memiliki lahan yang luasnya mencapai 1.100 hektare. JR sudah masuk dalam Guinness World Record, dan diberi julukan Shadow Jubilee.


Pemilik JR, Michael Bethel dan istrinya, Lynda, sudah memelihara banteng longhorn 14 tahun yang lalu.

"JR selalu gembira dan berada dalam kondisi yang sehat. Kami tidak memberikannya perawatan khusus, kami hanya membiarkannya memakan rumput dengan kangguru. Ia masih berumur tujuh tahun dan masih akan berkembang. Banteng longhorn umumnya dapat bertahan hingga 20 tahun dan tanduknya pun masih akan memanjang," ujar Michael seperti dikutip Daily Mail.

Karena JR, peternakan milik Michael mendapat kunjungan para wisatawan. Para wisatawan yang berkunjung ke peternakan tersebut dipersilahkan untuk menaiki kereta kuda yang akan mengitari padang rumput di mana banteng-banteng itu berada.

Monday, June 24, 2013

Spesies Lebah yang Memiliki ukuran Paling Besar di Dunia


Pada tahun 2011, ilmuwan berhasil menemukan spesies tawon monster di Sulawesi lewat ekspedisi Mekongga. Dalam publikasi terbaru di jurnal Zookeys, ilmuwan akhirnya mendeskripsikan tawon itu sebagai spesies sekaligus genus tawon baru, bernama Megalara garuda.

Ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terlibat dalam penemuan tersebut. Beserta ilmuwan dari Indonesia, turut serta Lynn S Kimsey dari University of California, Davis, Amerika Serikat, serta Michael Ohl dari Museum fur Naturkunde, Jerman.

Megalara garuda memiliki ciri khas berupa rahang yang begitu besar, lebih panjang dari kaki depannya. Ilmuwan menduga rahang besar itu berperan dalam pertahanan dari predator dan reproduksi. Karena rahang besar inilah, Megalara garuda disebut tawon monster.


Nama genus Megalara diambil dari kata "Mega" yang berarti besar dan "Dalara" yang merupakan genus lain dengan ciri paling mirip. Tawon penggali ini dikategorikan dalam genus berbeda sebab ciri-cirinya tak masuk dalam genus Dalara.

Megalara memiliki keunikan berupa ruang malar atau area antara mata hingga rahang bawah yang besar. Pada genus lain, malar sempit bahkan kadang malah tidak ada. Ciri khas lain adalah adanya rambut halus dan pendek berwarna hitam.

Penamaan spesies dengan lambang negara Indonesia sendiri sudah direncanakan sejak penemuan tawon monster. Akhirnya, nama garuda yang dimaknai sebagai raja burung dalam mitologi Hindu benar-benar diberikan. Megalara garuda menjadi "raja tawon" yang nyata.

Megalara garuda berukuran antara 25-34 mm. Karena belum pernah dijumpai dalam keadaan hidup, maka masih banyak hal yang belum diketahui tentang serangga ini. Banyak penelitian masih harus dilakukan.

Sejauh ini baru diketahui bahwa serangga ini membunuh mangsa dengan menyengat. Dengan ukuran jantan yang lebih besar dari betina, ilmuwan menduga bahwa pejantan memegang si betina selama kawin.


Keunikan Anjing Yang Mahir dalam Bermain Sebuah Piano


Selain terkenal sebagai binatang yang setia, anjing ternyata juga memiliki ketertarikan pada alat musik dan bidang tarik suara.

Aneh memang, namun inilah yang ditunjukkan oleh seekor anjing di Finlandia.

Dalam postingan sebuah video di YouTube, seekor anjing bernama Petu terlihat tengah asyik bermain piano dan bernyanyi pada saat yang bersamaan. Demikian diberitakan Orange.


Petu diketahui memainkan tuts piano dengan menggunakan kedua kakinya, sementara dia mencoba berdiri dengan menggunakan dua kaki lainnya. Sesekali dia juga terlihat menggunakan hidung untuk menekan tuts piano.

Di tengah alunan musik yang dimainkannya, sesekali Petu pun terdengar mengeluarkan suara lolongan khas anjing sembari mengibas-ngibaskan ekornya.

Video Petu yang tengah bermain piano ini pun sontak menghebohkan para pengguna situs YouTube. Sekira ribuan orang dikabarkan telah mengakses video anjing bermain piano ini.


Laba-laba kecil yang dapat Berkamuflase menjadi semut


ADA seekor laba-laba kecil (Mymarachne formicaria) yang menyusup ke dalam sarang semut dan tinggal dalam penyamaran di antara musuh-musuhnya. Agar tidak terdeteksi, ia mengubah penampilan dan kebiasaannya sedemikian rupa sehingga tidak diketahui. Hal ini penting karena jika diganggu, semut-semut itu akan menjadi cukup ganas. Karena tubuh laba-laba berbeda dengan semut, akting ini tidaklah mudah.

Semut memiliki enam kaki dan dua sungut (antena), sedangkan laba-laba memiliki delapan kaki dan tidak punya sungut. Jadi, bagaimana caranya laba-laba ini membuat dirinya terlihat bagaikan semut? Begini, ia berlari ke sarang semut dengan enam kaki, dan ia mengarahkan dua kaki lainnya ke depan sehingga kelihatan seperti sungut.



Selain itu, laba-laba menggerakkan dua sungut palsu itu dengan cukup meyakinkan. Ia menggerak-gerakkan kedua kakinya sedemikian rupa sehingga mirip dengan sungut asli. Bahkan si pakar menyamar ini bisa meniru cara semut berjalan, tersendat-sendat dan zig zag!

Laba-laba berupaya menjadi sama dengan semut dalam segala hal, karena diakui sebagai penghuni sarang semut adalah penting bagi keselamatannya. Berada dalam sarang semut, laba-laba itu mendapatkan perlindungan dari musuh-musuh alaminya, termasuk tawon pemburu laba-laba. Burung penyanyi (songbird), yang mengganggap laba-laba sebagai makanan yang lezat, juga tidak mencoba menyantapnya. Bahkan laba-laba yang memburu laba-laba lain juga tertipu oleh ”sungut” si peniru.

Namun, jika seekor burung, kadal, atau beberapa hewan lain menyerang komunitas semut ini, dengan cepat si laba-laba kembali ke identitasnya yang sesungguhnya dan kabur. Laba-laba mempunyai penglihatan yang lebih baik daripada semut, ia bisa loncat, sedangkan semut tidak—semuanya itu memudahkannya untuk melarikan diri.

Selama siang hari, laba-laba berupaya sebisa-bisanya agar tidak terdeteksi di dalam sarang semut. Akan tetapi, pada malam hari, ia menjadi aktif dan menangkapi semut-semut di dalam sarang yang ia jadikan sebagai rumah persembunyiannya itu! Jika kegiatan laba-laba itu diketahui, ia akan memanfaatkan kedelapan kakinya untuk melarikan diri dengan cepat.

Laba-laba jantan mungkin ditemani oleh yang betina di dalam sarang semut. Sang betina tidak hanya memperlihatkan kesetiaannya kepada pasangannya tetapi juga banyak inisiatif. Ia membangun penutup dari benang sebagai pelindung dalam sarang semut, yang bukan hanya melindungi pasangannya melainkan juga bagi telur-telurnya.

Sunday, June 23, 2013

Domba Liar paling Unik dan Keren di Dunia

Mouflon termasuk spesies domba liar dan spesies ini dapat ditemukan di seluruh kawasan mediterania.Salah satu spesies yang unik dapat ditemukan di negara Siprus.Mouflon asli Siprus dapat dikatakan perpaduan kecantikan seekor rusa dan kegesitan seekor kambing.

Para ahli zoologi menamai spesies ini Ovis Gmelini Ophion, sedangkan orang Siprus pada umumnya menamainya Agrino.Satwa ini hanya terdapat di daerah pegunungan yang terpencil.



Menurut para pakar satwa, Mouflon sering berada di lereng yang lebih tinggi pada bulan-bulan yang lebih hangat,tetapi di musim dingin,sewaktu puncak-puncak tertutup salju, mouflon pergi ke tempat yang lebih rendah untuk mencari tumbuhanyang dapat dimakan,bahkan berkelana ke luar hutan.

Masa kawin berlangsung pada musim gugur.Selama musim dingin,mouflon berkeliaran dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 10 sampai 20 ekor.Sewaktu anak-anak mouflon lahir pada bulan April atau Mei, kawanan itu terbagi menjadi kelompok yang lebih kecil.

Friday, June 14, 2013

Momen Lucu Seekor Monyet Berusia Dua Bulan

WILTSHIRE - Ian Turner, Wakil Kepala Pengawas Taman Safari Longleat, Wiltshire, baru saja mengabadikan sebuah momen jenaka atas tingkah laku seekor bayi monyet yang baru saja berusia dua bulan.

Awalnya, Ian tertarik melihat dengan gerak-gerik seekor bayi monyet yang sedang sibuk mengitari tanaman jelatang. Ian mengamati monyet tersebut dengan kameranya dengan harapan akan mendapatkan foto monyet tersebut secara close up.

Monyet tersebut tampak sangat penasaran dengan dedaunan hijau yang dapat menyebabkan gatal-gatal tersebut.

Lantas dia pun memetik daun dari tanaman tersebut. Setelah dia memetik daun tersebut, dia pun terlihat semakin penasaran dengan daun tersebut.


Dia tampak tidak tahu harus apa yang dia perbuat dengan daun itu untuk menghilangkan rasa penasarannya. Tidak lama, dia pun memasukkan daun itu ke dalam mulutnya.

Sontak beberapa detik kemudian mukanya meringis akibat gatal yang ditimbulkan dari daun tersebut. Dia pun seketika memuntahkan daun yang sudah hancur karena dia kunyah.

Biasanya, monyet-monyet berjenis Kera Rhesus ini akan mencari buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan seratnya. Namun mungkin tubuhan jelatang terlihat lebih menarik oleh bayi monyet malang tersebut.

Monyet jenis Kera Rhesus ini memang merupakan salah satu binatang yang sangat cerdas. Mereka secara alami akan mempelajari benda-benda yang ditemuinya untuk mengenali bentuk dan warnanya. Demikian sebagaimana dilansir Dailymail

Di beberapa daerah di India, hewan cerdas ini dianggap suci karena sudah berabad-abad hidup dekat dengan manusia.

Anjing Dipekerjakan sebagai Penguji Wine

CANBERRA - Seekor Anjing pelacak yang memiliki penciuman tajam kini dipekerjakan sebagai penguji anggur.

Anjing pelacak berusia tujuh tahun yang diberi nama Louisa Bella telah dilatih untuk dapat mengidentifikasikan anggur bahkan hanya dengan mencium bau botolnya.

Hidung Louisa Bella yang sensitif itu juga dapat mengendus gabus penutup botol bir yang telah rusak. Hal tersebut pun menguntungkan sang pemilik, Michelle Edwards dan Daniel Fischl yang merupakan pengusaha anggur berlabel Linnea untuk dapat menghemat uang mereka.

"Dia hanya harus mengendus barel anggur untuk mengetahui anggur-anggur yang masih aktif," ujar Michelle. Sebagaimana dikutip Orange. 


Mereka sengaja memanfaatkan bakat yang dimiliki Louisa dengan melatihnya dengan beberapa tehnik yang kami ketahui.(Okezone.com)

“Kami pun membiasakan dia berkeliling kebun anggur kami," terang Michelle. "Sebagian besar perkebunan anggur bergantung pada hidung manusia tapi hidung Belle adalah 2.000 kali lebih sensitif," jelasnya.

Ternyata Kumbang Papua Punya Mur dan Baut

Ternyata sistem kerja mur dan baut bukan murni ciptaan manusia. Ilmuwan menemukan organ menyerupai mur dan baut di kaki kumbang Papua.

Ahli biologi untuk pertama kalinya menemukan organ semacam mur dan baut pada makhluk hidup. Sebelumnya, cara kerja mur baut diyakini merupakan ciptaan mnusia. Tapi ternyata sistem ini sudah ada lebih dulu pada hewan kumbang. Organ ini ditemukan pada kaki kumbang Papua.

Penemuan yang dipublikasikan di Science ini menunjukkan bahwa kumbang memiliki otot yang saling bersambungan dan wujudnya saling menyekrup satu sama lain. Bentuknya benar-benar seperti baut perkakas.


Peneliti menemukannya dari pengamatan hasil mikrotomografi sinar x. Satu bagian otot yang disebut coxa adalah bagian murnya. Sedangkan bagian lainnya yang disebut trocanter adalah sekrupnya.

Saat kumbang menarik kaki, sekrupnya berputar. Kaki depan kumbang dapat berputar 90, dan bagian belakangnya bisa berputar 130.

Peneliti menduga alat gerak berupa mur dan baut ini terdapat di kumbang jenis lain